Maulid Nabi Dan Polemiknya

Posted by Admin On May - 7 - 2009

Entah mengapa masih ada sebagian yg begitu alergi dengan perayaan Maulid Nabi, karena mereka menganggap bahwa hal tersebut adalah bid'ah dan mereka mengambil satu-satunya dalil bahwa semua bid'ah adalah sesat dan dinerakalah tempatnya, walaupun banyak ulama' ahlussunnah yg menerangkan ada bid'ah hasanah dan ada bid'ah dholalah tetapi mereka tetap tidak mau menerimanya, intinya antara ulama yg membagi bid'ah menjadi dua hasanah dan dholalah memahami hadits "semua bid'ah adalah sesat" dengan methode Al-ammul mahsus, yaitu dalil umum tetapi ada yg dikecualikan, dan begitu banyak dalil serupa dalam al-qur'an dah hadits. ...

Kumpulan Dokumentasi Infomajelis.co.cc

Posted by Admin On May - 7 - 2009

Inilah kumpulan dokumentasi yang berhasil dikumpulkan oleh Tim Infomajelis.co.cc. Foto - foto ini ada yang diambil langsung oleh Tim dan ada juga di dapat dari email dan dirangkum dalam datu kesatuan. Semoga kumpulan foto-foto ini bisa berguna untuk mereka yang memang memerlukannya untuk tambahan koleksi foto mereka. ...

E-Book Islami GRATISAN

Posted by Admin On May - 7 - 2009

Tersedia bermacam-macam E-Book Islami disini. Kami menyediakan kumpulan E-Book tersebut dalam rangka untuk menyebarluaskan syiar dan demi terciptanya semangat membaca bagi semua kalangan terutama kalangan Muda, agar selalu menyempatkan diri untuk membaca tanpa harus dipusingkan oleh masalah biaya. Dapatkan E-Book islami di sini dengan cuma-cuma. GRATIS..TIS..TIS . ...

Terima Kasih kepada para Donatur yang selalu memberikan dana untuk kelangsungan Info-Majelis, Semua pendanaan akan digunakan dengan sewajarnya dan dengan seperlunya dan untuk pembiayaan blog ini. Terima kasih pula tertuju untuk para "clickers" yang selalu memperhatikan blog ini, semoga tercapai segala cita dan harapan kita bersama.
Ingin ikut berpartisipasi membiayai blog ini dan menjadi "clickers"..? Silahkan klik salah satu program dibawah ini. Karena cukup hanya dengan cara tersebut, secara tidak langsung anda ikut membiayai blog ini. Semua program dibawah ini adalah program GRATIS yang dapat anda ikuti
Bagjadotkom
adsense
zidu
Join FileFactory Today!
Adsense
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Pondok Pesantren

Diposkan oleh Admin On 12:15 PM 0 komentar

Pagi tadi setelah selesai saya menonton VCD Maulid, saya bermaksud untuk memutar saluran berita pagi. Namun saya terhenti pada saluran telivisi yang sedang membahas tentang adanya sebuah Pondok Pesantren “WARIA” yang ada di sebuah perkampungan. Dan sudah pasti semua santri-santri disana adalah murni waria, terkecuali para guru-guru pembimbingnya.

Dalam melakukan kegiatan untuk para santri – santri waria tersebut, para guru pembimbingpun menggunakan metoda yang cukup berbeda, diantaranya mereka duduk membuat lingkaran dan berpegangan sambil menyanyikan lagu kemesraannya Iwan Fals. Namun secara kesuluruhan adalah sama, karena saya melihat di TV Mereka juga diajarkan cara membaca Juz ‘Amma, dimana yang satu membaca dan yang lain menyimaknya. Dan mereka juga diajak sholat berjamaah dan tahlil dan berdoa bersama menyebut nama ALLAH meminta ampunanNya dan memohon kesembuhan akan penyakit kejiwaan mereka (kalau memang ini sebuah penyakit).

Ada yang membuat saya tersenyum ketika menonton tayangan tersebut. Karena ketika salah satu santri waria yang notabene adalah seorang lelaki ditanya presenter TV, bagaimana dia sholat…? Apakah yang dipakainya..? apakah dia memakai sarung seperti umumnya kaum lelaki sholat..? atau memakai Mukenah atau Rukuh seperti perempuan..? he…he…ada yang menjawab sarung dan ada juga yang memakai mukenah.

Sampai disitu acara tersebut saya saksikan, karena waktu sudah hampir siang dan menunjukkan pukul 08.15 WIB, dan sudah waktunya saya berangkat aktivitas. Namun jujur saja saya masih penasaran dengan tayangan TV tadi, apa sebenarnya misi dibalik didirikannya PON-PES WARIA itu..?.....

Akhirnya rasa penasaran tertuang di kotak Searching dan berakhir setelah menemukan pembahasan tentang masalah itu. Semoga Allah memberikan kepada para kaum waria tersebut Hidayah serta Taufik, dan semoga Allah selalu memberikan kita semua rahmat, dan diberikan kemampuan serta kekuatan untuk mempertahankan hidayah yang telah kita peroleh amiin Allahumma Amiin.. Bila teman-teman pun merasakan hal yaitu menjadi penasaran seperti saya, silahkan membacanya sampai dengan selesai.

Sumber : Ananto


Yogyakarta, CyberNews. Arief, melantunkan lirik lagu grup musik Serious dengan mengganti awalan rocker menjadi, 'Kami juga manusia, punya mata punya hati, jangan samakan dengan...,'' Sampai di situ dia berhenti, matanya menerawang seakan mengenang atau malah memikirkan masa depannya.

Kenapa dia harus begitu? Maklum, Arief adalah waria alias wanita pria yang merasa cocok menjadi perempuan. Sejak kecil dia sudah merasakan adanya kelainan dalam dirinya. Mau menjadi laki-laki jantan, macho, tak mampu. Dia cenderung menyukai kelembutan ala wanita. Puluhan tahun kemudian laki-laki asal Jawa Timur itu baru berani menunjukkan eksistensinya sebagai ''wanita'' dengan bersolek seperti perempuan.

Menjadi minoritas di negeri ini memang membuat dia kerepotan. Tak jarang sorot mata aneh bahkan cibiran menerpanya. Namun dia tak begitu menggubris, dia menyadari karena sebagian besar masyarakat belum bisa menerima kehadiran waria. Bahkan tak hanya dalam kehidupan sosial, dalam beragamapun diamerasakan pandangan ganjil dari umat ketika memasuki masjid.

''Saya dan teman-teman sering langsung mengenakan rukuh, menyusup masuk ke jamaah putri ketika sholat di masjid. Tapi kalau situasi tidak memungkinkan ada yang mau masuk ke jamaah laki-laki, mengenakan peci dan sarung,'' tutur dia yang sudah lama berada di Yogyakarta.

Berkali-kali dia mengalami situasi tidak mengenakkan ketika mau sholat dimasjid. Banyak orang menyingkirinya bahkan ada yang memintanya tidak ikut jamaah putri. Dia dan teman-temannya kadang-kadang terpaksa balik kanan, pulang dan bersembahyang bersama di rumah

Pondok Pesantren

Ketika tiba Ramadan, kaum waria sebenarnya juga ingin bersama umat lain menjalani ibadah di masjid. Tapi apa daya, pandangan negatif masih menyertainya. Beruntung ada salah seorang ustadz yang melihat kondisi
tersebut dan kemudian mendirikan Pondok Pesantren Khusus Waria di kampong Notoyudan, Yogyakarta.

''Di sinilah kami dimanusiakan, diuwongke. Kami belajar mengaji bersama, berbuka puasa bersama, tarawih, zikir, tahajud, sahur. Semua aktivitas kami lakukan bersama-sama,'' ungkap Arief.

Pondok pesantren di tengah kampung tersebut berada di rumah Maryani, yang juga salah seorang tokoh waria. Berdirinya pondok belum lama, baru bulan Juli 2008 lalu dengan dukungan Ustdaz KH Hamroeli Harun. Setiap sore Ustadz datang memberikan pelajaran membaca Alquran, mengaji dan aktivitas lain. Peserta tampak selalu serius mengikuti setiap kegiatan.

''Waria juga seperti umat yang lain, menjalankan rukun Islam agar dekat dengan Yang Kuasa. Namun pada kenyataannya masih banyak yang belum dapat menerimanya, karena itu kami menggagas agar ada tempat buat mereka mendekatkan diri dengan Allah SWT, di sinilah kemudian kami berkumpul,'' papar Maryani.

Kendati berada di ruangan sempit, hanya sekitar 3x4 meter persegi tapi itu lebih dari cukup buat mereka beribadah. Tempat tak jadi masalah bagi Maryani, Arief dan santri waria namun hati yang lebih penting. Setiap hari ada puluhan waria dari berbagai daerah datang untuk belajar mengaji. Pakaian saat mengaji juga sederhana saja, yang mengenakan sarung di barisan depan dan pemakai mukena, rukuh, di belakangnya. Lirih terdengar mereka mengumandangkan kebesaraan nama Allah. Selengkapnya...

Pondok PesantrenSocialTwist Tell-a-Friend

Islam Dalam Dokumentasi